Jumat, 11 April 2014

PROGRAM UMROH LANGSUNG MADINAH 6-15 MEI 2014 PAKET 9 HARI : Rp.24.000.000,- (All-In)

PT. NABAWI MULIA UTAMA 
Konsorsium PT. SURYA DHARMA WISATA
Ijin Menteri Agama RI No. D/535 Tahun 2011


PROGRAM UMRAH LANGSUNG MADINAH
TGL 6-15 MEI 2014 – PAKET 9 HARI
Biaya : Rp.24.000.000,- (All-In)
By Lion dan Saudi Airlines
Yogyakarta – Jakarta langsung Madinah kembali Yogyakarta
Hotel Al-Majeedi Madinah +/- 50m dari Masjid Nabawi
Hotel Lavender Al-Hafair Makkah +/- 500m dari Masjidil Haram

HARI
JAM
PROGRAM ACARA
1.    SELASA, 6 MEI 2014
       YOGYAKARTA
       JAKARTA
18.00
20.00
21.15
Berkumpul di Bandara Adisucipto YOGYAKARTA
Berangkat ke JAKARTA dengan LION AIR JT 563
Tiba di Bandara Soekarno Hatta JAKARTA
2.    RABU, 7 MEI 2014 
       JAKARTA
       MADINAH
05.20
11.00
WAS
13.00
14.00
Berangkat menuju MADINAH dengan SAUDI AIRLINES SV 2297
Tiba di Bandara MADINAH

Melanjutkan perjalanan menuju Hotel dengan Bus AC
Check in Hotel.
3.    KAMIS, 8 MEI 2014
       MADINAH
07.30
Ziarah ke Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Masjid Khandaq dan Insya Allah berkunjung ke Kebun Kurma
Ziarah ke Raudah (bagi jamaah wanita)
4.    JUM’AT, 9 MEI 2014
       MADINAH
06.30
Ziarah ke Makam Rasulullah SAW. Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khattab, dan Pemakaman Baqi
5.    SABTU, 10 MEI 2014
       MADINAH


       MAKKAH

13.00
14.00
14.30
15.00
21.00
22.00
Ziarah Wada ke Makam Rasulullah SAW
Check out Hotel
Singgah di Masjid Dzul Khulaifah ( Bir Ali ) untuk Miqat Umrah
Melanjutkan Perjalanan menuju Makkah
Tiba di Kota Makkah Al-Mukarramah. Check in Hotel
Menuju Masjid Haram untuk melaksanakan Thawaf, Sa'I dan Tahallul.
6.    AHAD, 11 MEI 2014
       MAKKAH

Acara bebas
Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram
7.    SENIN, 12 MEI 2014
       MAKKAH
07.30

14.00
Ziarah ke Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Arafah, Muzdalifah, Mina, Masjid Ji'ranah untuk Miqat Umrah (bagi yg akan melaksanakan Umroh), Jabal Nur.
Menuju Masjid Haram untuk melaksanakan Thawaf, Sa'I dan Tahallul.
8.    SELASA, 13 MEI 2014
       MEKKAH


20.00
Acara bebas
Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram
Sholat Isyak dan Thawaf Wadak
9.    RABU, 14 MEI 2014
       MAKKAH
       JEDDAH
02.00
03.00
04.50
08.00
09.00
13.25
Check out Hotel
Berangkat menuju Jeddah dengan Bus Ac
Sholat Subuh di Masjid Kisos, singgah di Masjid Apung dan Laut Merah
Melanjutkan perjalanan menuju Bandara King Abdul Aziz
Tiba di Terminal Internasional Bandara King Abdul Aziz Jeddah
Berangkat menuju Jakarta dengan SAUDI AIRLINES SV 2396
10.  KAMIS, 15 MEI 2014
       JAKARTA
       YOGYAKARTA
03.20
07.35
08.45
Tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng Jakarta
Berangkat menuju Yogyakarta dengan pesawat LION AIR JT 552
Tiba di Yogyakarta, program selesai. Semoga menjadi Umrah yang Mabrur, Amin.
 *  Jadwal sewaktu-waktu bisa berubah tanpa mengurangi nilai ibadah

Fasilitas :
*   Koper, Tas, Kain Ihram/Jilbab, Buku Panduan, Zam-zam 10 liter

Syarat dan kondisi :
*   Passport yang masih berlaku min 6 bulan
*   Pasport sudah tiga kata, contoh : Agus Nasaruddin Ahmad
*   Mempunyai kartu kuning (Kartu Miningitis)
*   Pas foto warna, 80% wajah, latar belakang putih, tanpa kacamata, wanita berjilbab : 3x4 dan 4x6  @ 4lbr
*   Bagi wanita dibawah umur 45th  tanpa mahrom, membayar surat mahrom Rp. 350.000,-
*   KTP dan Kartu Keluarga foto kopi
*   Surat Nikah Asli apabila suami – istri
*   Bagi Anak dibawah umur 17 th, Akte Lahir Asli

Hubungi :
*   Toko Nabawi, Jl. Suryodiningratan 3 Yogyakarta Telp. 0274- 372519
*   Muji Hartati : 0274-7468010, 08985204510, pin BB 232B773F
*   Hj. Reshita Ambarsekar Ratriastuti : 0274-7483053, 087839988080, 08164263721, pin BB 288171B7
*   H. Agus Nasaruddin Ahmad : 0274-7485353, 08122958753, 081903735353, pin BB 225754A7

Selasa, 04 Desember 2012

Sholat di Masjid Jin


’Ternyata sama saja seperti masjid lainnya, tempat shalat,’’ itulah komentar Mappaewa, jamaah calon haji dari Kloter 1 Makassar, seusai mengunjungi Masjid Jin.  Masjid ini memang  tak sehebat  kisahnya.
Masjid Jin terletak di Jalan Sulaimaniyah, Makkah. Bangunannya seperti masjid biasa pada umumnya. Dari sisi arsitektur pun tak ada yang spesial. Masjid ini, diapit oleh gedung-gedung besar. Posisinya tepat di pinggir jalan raya.
‘’Hari ini, kami bersebelas memutuskan untuk tak shalat di Masjidil Haram, tapi di Masjid Jin ini,’’ kata Mappaewa. Ia sangat penasaran untuk mengunjungi masjid itu karena membaca kisahnya lewat buku sejarah.
‘’Saya pernah mendengar masjid ini pernah akan dibongkar dan ditolak para jin,’’ tutur Mappaewa.  Ia mengaku tak melihat ada sesuatu yang aneh di Masjid Jin. ‘’Saya juga pernah shalat Subuh di sini.’’
Masjid ini letaknya dekat dengan pemondokan jamaah haji Indonesia, sektor 4.  ‘’Kami ke sini jalan kaki, jaraknya hanya 400 meter dari pemondokan.’’ Tak hanya jamaah calon haji Indonesia yang shalat dan berkunjung ke Masjid Jin.
Siang itu, jamaah haji dari Bangladesh, India, serta Pakistan juga berbondong-bondong shalat di Masjid Jin. Masjid yang bermenara satu ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama untuk tempat shalat jamaah pria.
Jamaah wanita disediakan tempat shalat di lantai dua yang luasnya hanya sepertiga lantai pertama. Masjid Jin hanya mampu menampung sekitar 150 jamaah.  Masjid Jin terletak di Kampung Jin.  ‘’Di kampung ini banyak tinggal orang-orang yang berasal dari Indonesia,’’ ungkap Zaini, seorang mukimin.
Sehabis shalat Dzuhur,  seorang pria bangkit sambil menggendong anaknya yang menderita polio. Pria itu  berpidato yang isinya meminta bantuan untuk membiayai anaknya.  Ia lalu  berdiri di depan pintu keluar dan jamaah pun memberinya lembaran riyal sebagai sedekah.
Lantas apa yang spesial dari Masjid Jin?  Tentu saja sejarahnya. Masjid Jin merupakan salah satu tempat bersejarah di Tanah Suci, Makkah.  Jin seperti halnya manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah SWT untuk beribadah.
‘’Tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat [51]: 56).  Sama seperti manusia, jin pun terbagi dua; Muslim dan kafir.  Alquran menerangkan tentang adanya jin yang menyatakan keislamannya.
“Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin mendengarkan Alquran. Lalu, mereka berkata, `Sesungguhnya, kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Karena itu, kami memercayainya dan kami tidak akan mempersekutukan Allah SWT dengan siapa pun juga.” (QS  Jin [72] ayat 1-2).
Menurut catatan sejarah, suatu hari Rasul SAW bersama para sahabat sedang melaksanakan shalat Subuh. Ketika itu, Rasul SAW membaca surah Ar-Rahman [55] ayat 1-78. Dalam surah Ar-Rahman ini terdapat beberapa ayat yang berbunyi, “Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Saat ayat itu dibacakan,  para jin yang hadir saat itu langsung menjawab, ’’Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami tidak mendustakan nikmat-Mu sedikit pun. Segala puji hanya bagi-Mu yang telah memberikan nikmat lahir dan batin kepada kami.”
Ibnu Mas’ud mengaku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘’Aku didatangi juru dakwah dari kalangan jin. Lalu, kami pergi bersamanya, dan aku bacakan Alquran kepada mereka.”
Masjid  Jin merupakan saksi keimanan para jin tehadap kerasulan Nabi Muhammad SAW. Alkisah, para Jin berencana menuju Tihamah. Mereka lalu mendengar lantunan ayat suci Alquran. Para jin itu takjub saat mendengarkan lantunan Alquran.
Saat itulah, para jin kemudian berdialog dengan Rasulullah SAW. Mereka kemudian menyatakan keimanannya. Mereka kemudian menyampaikan hal itu kepada kaum jin.  Para jin lalu berbaiat dengan Rasul SAW. Peristiwa itu  diabadikan dalam Alquran surah Al-Ahqaf [46]: 29-32.
Subhanallah, meski secara arsitektur tak ada yang istimewa dari Masjid Jin ini, ternyata nilai sejarahnya begitu luar biasa.
Satu lagi, tempat bersejarah yang dulu diajarkan di bangku sekolah akhirnya bisa saya kunjungi di Tanah Suci ini. Alhamdulillah…

Senin, 03 Desember 2012

Tempat Termulia di Bumi, Dibawah Lindungan Kabah


Berteduh di bawah naungan Kabah merupakan tempat berteduh paling mulia di muka bumi ini. Rasulullah SAW sendiri pun pernah duduk di situ. Sebagaimana riwayat dari Khubab yang mengatakan, “Ketika kami ingin mengadu kepada Rasulullah, beliau sedang berteduh dengan berbantal surbannya di bawah naungan Kabah. (HR Bukhari).
Muhammad ibn Sauqah juga meriwayatkan, “Kami sedang bersama Sa’id ibn Jabir di bawah naungan Kabah, lalu Rasulullah bersabda, “Saat ini kalian sedang berada di tempat berteduh yang paling mulia di muka bumi.”
Selain itu, Kabah yang ada di muka bumi ini konon sama dengan “al-Bait Al-Mamur” yang ada langit. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ali ibnu Abbas dalam tafsirnya, ayat yang mengatakan dalam Alquran, “Dan demi Baitul Makmur” mengatakan bahwa Baitul Makmur tepat berada di atas Kabah.
Kesucian dan kemuliaan baitul makmur sama dengan kesucian dan kemuliaan Kabah di bumi. Jika Kabah selalu ramai dengan orang-orang yang berthawaf disekelilingnya, maka di Baitul Makmur terdapat 70 ribu malaikat yang mengerjakan shalat dan thawaf setiap hari hingga datangnya Hari Kiamat nanti.
taufik rachman/hannan putra

Albarqaf, Kiswah Penutup Pintu Kabah yang Agung


Bagian kiswah yang menutupi pintu Kabah disebut “Al-Barqaf”, dengan tinggi 6,32 m dan lebar 3,30 m. Sudut-sudutnya dihiasi dengan kalimat “Allah Rabbi” dalam lingkaran yang berjumlah delapan buah, pada tengahnya terdapat tiga lingkaran bertuliskan ” Hasbiyallah”.
Pada bagian tepian kiswah yang menutupi pintu Kabah ini terdapat surat Al-Fatihah yang terbagi dalam 10 kotak. Di bagian atas termaktub ayat 144 dari surat Al-Baqarah, “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.”
Dalam dua kotak panjang, di bawahnya tertulis ayat 133 dari surat Ali lmran: “Dengan nama Allah Yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang dijadikan untuk orang-orang yang bertaqwa.”
Selanjutnya, “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.” (QS An-Nur:35) dalam empat lampu. Di bawahnya terdapat Ayat Kursi (QS Albaqarah: 255). Lalu di bawahnya lagi ada ayat, “Dengan nama Allah yang  Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah akan membuktikan kebenaran Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya, (yaitu) sesunguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman.” (QS Al-Fath: 27).
Kemudian surat Al-Ikhlas dalam dua lingkaran yang di tengahnya terdapat basmalah. Diantara kedua lingkaran tersebut tertulis, “Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Zumar: 53).
Kemudian, La ilaha ilallah. Al-Malik Al-Haqq Al-Mubin. Muhammad Rasulullah. Shadiq wa’dil Amin, dan selanjutnya dari surat Quraisy. Bagian akhir tertulis, Shuni’at hadzihi Al-sattrah fi Makkah Al-Mukarramah wa ahddha ihi Al-Kabah Al-Musyarrafah Khadim Al-Haramain Al-Syarifain Fahd ibn Abdul Aziz, alu Sa’ud. Taqabbalallahu minhu. Artinya: Kiswah Kabah ini dibuat di Makkah Al-Mukarramah dan Raja Fahd ibn Abdul Aziz menghadiahkannya kepada Kabah. Semoga diterima oleh Allah.
Sumber: www.jurnalhaji.com

Sabtu, 01 Desember 2012

Pengertian Haji dan Umroh

Pengertian Haji
Haji adalah salah satu rukun Islam yang lima. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah.
Secara estimologi (bahasa), Haji berarti niat (Al Qasdu), sedangkan menurut syara’ berarti Niat menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus.Temat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh).
Sedangkan yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah bulan-bulan haji yaitu dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan ibadah tertentu ialah thawaf, sa’i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumroh, dan mabit di Mina.
Pengertian Umroh
Umrah adalah berkunjung ke Ka’bah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Umroh disunahkan bagi muslim yang mampu. Umroh dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari Arafah yaitu tgl 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik yaitu tgl 11,12,13 Zulhijah. Melaksanakan Umroh pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan melakukan Ibadah Haji (Hadits Muslim)
Jenis-jenis Haji
Haji Ifrad, artinya menyendiri
Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad jika sesorang melaksanakan ibadah haji dan umroh dilaksanakan secara sendiri-sendiri, dengan mendahulukan ibadah haji. Artinya, ketika calon jamaah haji mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah haji. Jika ibadah hajinya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah umroh.
Haji Tamattu’, artinya bersenang-senang
Pelaksanaan ibadah haji disebut Tamattu’ jika seseorang melaksanakan ibadah umroh dan Haji di bulan haji yang sama dengan mendahulukan ibadah Umroh. Artinya, ketika seseorang mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah Umroh. Jika ibadah Umrohnya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah Haji.
Tamattu’ dapat juga berarti melaksanakan ibadah Umroh dan Haji didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
Haji Qiran, artinya menggabungkan
Pelaksanaan ibadah Haji disebut Qiran jika seseorang melaksanakan ibadah Haji dan Umroh disatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji Qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama.
Rukun dan Wajib Haji
Rukun haji :
  1. Ihram
  2. Thawaf Ziyarah (disebut juga dengan Thawaf Ifadhah)
  3. Sa’ie
  4. Wuquf di padang Arafah
Apabila salah satu rukun haji di atas tidak dilaksanakan maka hajinya batal. Sedangkan Abu Hanifah berpendapat bahwa rukun haji hanya ada 2 yaitu: Wuquf dan Thawaf. Ihram dan Sa’I tidak dimasukkan ke dalam rukun karena menurut beliau, ihram adalah syarat sah haji dan sa’I adalah yang wajib dilakukan dalam haji (wajib haji). Sementara Imam syafi’ie berpendapat bahwa rukun haji ada 6 yaitu: Ihram, Thawaf, Sa’ie, Wuquf, Mencukur rambut, dan Tertib berurutan).(Kitabul Fiqh Ala Madzhabil Arba’ah 1/578).
Wajib Haji
  1. Iharam dimulai dari miqat yang telah ditentukan
  2. Wuquf di Arafah sampai matahari tenggelam
  3. Mabit di Mina
  4. Mabit di Muzdalifah hingga lewat setengah malam
  5. Melempar jumrah
  6. Mencukur rambut
  7. Tawaf Wada’
Syarat-syarat Wajib Haji
  1. Islam
  2. Berakal
  3. Baligh
  4. Mampu

Mewakilkan Seseorang Untuk Berhaji
Tidak boleh bagi seseorang berhaji untuk orang lain kecuali setelah ia berhaji untuk dirinya sendiri. Rasulullah bersabda: Berhajilah untuk dirimu sendiri, kemudian engkau berhaji untuknya.
Haji Bagi Anak-anak yang belum Baligh
Tidaklah wajib bagi anak-anak untuk berhaji kecuali ia telah baligh. Namun jika ia telah berhaji maka hajinya sah sebagaimana yang telah diriwayatkan Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah r berjumpa dengan seorang berkendaraan dikawasan Ar-Rauha beliau bersabda: Siapakah kalian? Mereka menjawab: Kami orang-orang muslim, mereka balik bertanya: Siapa anda? Beliau menjawab: Saya Rasul Allah. Lalu ada seorang anak gadis yang masih kecil bertanya: Apakh ini yang disebut haji? Beliau menjawab: Ya dan bagimu pahala (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan An Nasa dishahihkan oleh At Tirmidzi).

Rangkaian Ibadah Haji dan Umroh:
Rangkaian kegiatan ibadah Haji
  1. Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, calon jamaah haji mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
  2. Calon jamaah haji memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), sesuai miqatnya, kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka..
  3. Tanggal 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua calon jamaah haji menuju ke padang Arafah untuk menjalankan ibadah wukuf. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang Arafah hingga Maghrib datang.
  4. Tanggal 9 Dzulhijjah malam, jamaah menuju ke Muzdalifah untuk mabbit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar jumroh secukupnya.
  5. Tanggal 9 Dzulhijjah tengah malam (setelah mabbit) jamaah meneruskan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan ibadah melontar Jumroh
  6. Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan ibadah melempar Jumroh sebanyak tujuh kali ke Jumroh Aqobah sebagai simbolisasi mengusir setan. Dilanjutkan dengan tahalul yaitu mencukur rambut atau sebagian rambut.
  7. Jika jamaah mengambil nafar awal maka dapat dilanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram untuk Tawaf Haji (menyelesaikan Haji)
  8. Sedangkan jika mengambil nafar akhir jamaah tetap tinggal di Mina dan dilanjutkan dengan melontar jumroh sambungan (Ula dan Wustha).
  9. Tanggal 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  10. Tanggal 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  11. Jamaah haji kembali ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf Wada’ (Thawaf perpisahan) sebelum pulang ke negara masing-masing

Rangkaian Kegiatan Ibadah Umrah
  1. Diawali dengan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
  2. mengenakan pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
  3. Niat umrah dalam hati dan mengucapkan Labbaika ‘umrotan atau Labbaikallahumma bi’umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.
  4. Sesampai Masjidil Haram menuju ka’bah, lakukan thawaf sebanyak 7 kali putaran.3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri. Setiap putaran menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.
  5. Shalat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surat Al-Kafirun pada raka’at pertama dan Al-Ikhlas pada raka’at kedua.
  6. Selanjutnya Sa’i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa shodaqo ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya. Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
  7. Mencukur rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
  8. Ibadah Umroh selesai

Persiapan Ibadah Haji
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menunaikan ibadah Haji
  1. Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT. maupun kepada sesama manusia.
  2. Karena ibadah Haji adalah ibadah fisik, maka perlu mempersiapkan mental untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan stamina tinggi, keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah SWT.
  3. Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarg yang ditinggalkan.
  4. Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.
  5. Melaksanakan janji yang pernah diucapkan.
  6. Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga yang akan ditinggalkan.7. Memohon do’a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup)
  7. Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, dan mengikuti kegiatan manasik haji.
  8. Mempersiapkan obat-obatan pribadi selama menjalankan ibadah haji.
  9. Mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk keperluan selama perjalanan ibadah Haji:
Perlengkapan Pria
  1. Kain Ihram dua stel
  2. Baju sehari-hari secukupnya
  3. Ikat pinggang
  4. Keperluan mandi
Perlengkapan Wanita
  1. Mukena minimal 2 buah
  2. Pakaian ihram (rok putih dan mukena atas putih) 2 set
  3. Pakaian sehari-hari secukupnya
  4. Kaos kaki secukupnya
Perlengkapan untuk Pria dan Wanita
  1. Pakaian penghangat
  2. Selimut
  3. Sandal jepit
  4. Sepatu sandal atau sendal gunung
  5. Obat-obatan pribadi
  6. Gunting kecil utk Tahallul
  7. Payung
  8. Senter kecil (untuk penerangan saat mengambil batu di Musdalifah)
  9. Kantong kecil untuk menyimpan batu kerikil persiapan melempar jumroh
  10. Kantong sandal untuk tempat sandal saat di Masjid
  11. Pelembab atau cream, gunakan untuk tangan dan kaki
  12. Biaya untuk dam, kurban dsb.

Lokasi Utama Ibadah Haji dan Umroh
Makkah Al Mukaromah
Di kota Makkah Al-Mukaromah inilah terdapat Masjidil Haram yang didalamnya terdapat Ka’bah yang merupakan kiblat ibadah umat Islam sedunia. Dalam rangkaian perjalanan ibadah haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah haji.
Padang Arafah
Padang Arafah terdapat di sebelah timur Kota Makkah. Padang Arafah dikenal sebagai tempat pusatnya haji, sebagai tempat pelaksanaan ibadah wukuf yang merupakan rukun haji. Di Padang Arafah juga terdapat Jabal Rahmah tempat pertama kali pertemuan Nabi Adam dan Hawa. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.
Kota Muzdalifah
Kota ini tidak jauh dari kota Mina dan Arafah Mota Muzdalifah merupakan tempat jamaah calon haji melakukan Mabit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar Jumroh di Kota Mina.
Kota Mina
Kota Mina merupakan tempat berdirinya tugu (jumrah), yaitu tempat pelaksanaan melontarkan batu ke tugu (jumrah) sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Disana terdapat tiga jumrah yaitu jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha.
(S.Riyanto)
Sumber: http://www.jurnalhaji.com/370/